SUGAR GLIDER BINATANG IMUT YANG LUCU
Sugar
Glider (Petaurus breviceps) adalah sejenis marsupial kecil awalnya berasal dari
daratan timur dan utara Australia, New Guinea, dan Kepulauan Bismarck,
Tasmania, Australia.
Ada tujuh subspesies dari P. breviceps:
* P. b. breviceps (Waterhouse, 1839)
* P. b. longicaudatus (Longman, 1924)
* P. b. ariel (Gould, 1842)
* P. b. flavidus (Tate & Archbold, 1935)
* P. b. papuanus (Thomas, 1888)
* P. b. tafa (Tate & Archbold, 1935)
* P. b. biacensis (Ulmer, 1940)
Habitat
Di
alam liar dari habitat aslinya, Sugar Glider adalah hewan yang tinggal di
pepohonan,dan sering hidup dalam kelompok-kelompok terdiri dari 10 sampai 15
ekor. Hewan
ini aktif pada malam hari ketika saatnya perburuan serangga dan vertebrata
kecil dan makanan tertentu dari getah manis sejenis eucalyptus, akasia dan
pohon karet. Dinamai Sugar Glider
ini karena ia lebih menyukai makanan manis dan kemampuannya untuk melayang di
udara, seperti tupai terbang. Usia
kematangan seksual sugar glider sedikit berbeda-beda antara jantan dan betina.
Jantan mencapai kematangan antara 3-12 bulan, sedangkan betina mencapai
kematangan antara 5-18 bulan.
Satu
karakteristik khas yang membentuk mereka mencapai kematangan seksual adalah
"kepala nya botak" di bagian atas kepala mereka yang sebenarnya
adalah kelenjar keringat. Di
alam liar, sugar glider hanya berkembang biak sekali setahun karena iklim dan
kondisi habitat sementara mereka dapat berkembang biak hingga 4 kali per tahun
di penangkaran. Seekor
sugar glider betina masa kehamilan berlangsung hanya 16 hari, setelah sugar
glider bayi akan merangkak ke kantong ibunya untuk pengembangan lebih lanjut.
Waktu masih bayinya...
Mata
mereka akan tetap tertutup selama 12-14 hari . Selama waktu ini mereka akan
mulai berkembang dengan mulai tumbuh bulu dan peningkatan secara bertahap dalam
bentuk ukuran tubuhnya.
Tidak seperti banyak hewan asli Australia, terutama yang lebih kecil, Sugar Glider ini tidak begitu terancam akan populasinya. Meskipun secara besar-besaran hilangnya habitat alami di Australia selama 200 tahun terakhir, Sugar Glider dilindungi oleh hukum di Australia, di mana untuk memelihara hewan ini adalah ilegal untuk mereka yang tanpa ijin, atau untuk menangkap atau menjual mereka tanpa lisensi (yang biasanya hanya dikeluarkan untuk penelitian).
Sugar glider sebagai hewan peliharaan Sugar glider juga dikenal terutama cerdas. Tetapi tidak sulit untuk berkembang biak di penangkaran di bawah kondisi yang tepat.
Pada Maret 2009, binatang adalah legal
untuk rumah negeri sendiri sebagai hewan peliharaan di Amerika Serikat tapi
peternak memerlukan izin khusus dan ada pembatasan penjualan. Namun, masing-masing
kota AS mungkin melarang pemeliharaan Sugar glider.
Dan Sugar glider di jual dalam berbagai
harga, dari sekitar $ 150 sampai $ 600.
Sumber: Sugar Glider - Binatang Imut Yang Lucu Seperti Hamster - IndoForum http://www.indoforum.org/t105921/#ixzz1sUj0i5sW
Hak Cipta: www.indoforum.org
Masih banyak orang yang tidak mengerti
dan mengenal akan hewan yang disebut dengan sugar glider ini. Sugar glider
sendiri merupakan hewan asli Indonesia, yaitu di daerah Papua. Penyebarannya
meliputi Australia, Papua(Indonesia), dan Papua New Guinea. Di luar negeri,
khususnya di Amerika, sugar glider sendiri sudah menjadi hewan peliharan
eksotis yang banyak diminati. Bahkan banyak para breeder yang sudah berhasil
dan menghasilkan strain2 warna baru. Sedangkan ironisnya, di Indonesia sendiri
sugar glider belum banyak dikenal oleh masyarakat. Hewan ini bukan termasuk
hewan yang dilindungi. Tapi sebagian besar hasil tangkapan alam yang beredar
banyak yang diekspor ke luar negeri , antara lain Jepang. Penangkapan yang
dilakukan tanpa konservasi akan mengakibatkan semakin sedikitnya hewan ini di
habitat aslinya.
Nama
Sugar glider sendiri awalnya berasal dari kata Sugar karena hewan ini sangat
suka dengan madu atau sesuatu yang rasanya manis. Sedangkan glider berasal dari
adanya membran yang ada pada kedua sisi tubuhnya yang digunakan untuk gliding
(melayang) dari satu pohon ke pohon yang lain. Banyak orang-orang yang ketika
pertama kali melihat Sugar Glider menyebutnya sebagai tupai terbang atau bajing
loncat. Padahal keduanya merupakan hewan dengan subclass yang berbeda. Sugar
glider sendiri memang tergolong dalam kelas mamalia, tapi merupakan hewan
marsupilia (hewan berkantung). Selain itu hewan ini juga merupakan hewan
nocturnal, yang berarti mereka aktif pada malam hari dan menghabiskan waktu di
siang hari untuk tidur dalam sarangnya.
Habitat
aslinya adalah daerah hutan, khususnya pada bagian2 puncak pohon dimana mereka
bisa menemukan lubang untuk membuat sarangnya. Sugar glider sendiri tergolong
sebagai hewan omnivora (pemakan segala). Dihabitat aslinya sugar glider biasa
mengkonsumsi nektar (serbuk sari bunga), buah2an, dan berbagai macam serangga.
Tidak jarang anak burung juga menjadi sasaran mereka. Sugar glider merupakan
hewan sosial yang hidup dalam suatu koloni/kelompok. Oleh karena itu untuk
memelihara seekor sugar glider kita harus mempunyai waktu yang cukup untuk
bermain-main dengan mereka. Jika kita tidak memiliki waktu yang cukup sebaiknya
kita memelihara sugar glider paling sedikit 2 ekor, karena umumnya sugar glider
yang dipelihara secara solitaire/ sendiri menjadi stress dan biasanya tidak
bisa bertahan lama. Di alam liar umur sugar glider bisa mencapai 5-7 tahun.
Sedangkan dengan perawatan yang baik sugar glider bisa hidup hingga mencapai
usia 15 tahun.
Seekor sugar glider dewasa berukuran 5-6 inci, dengan panjang ekor yang sama dengan badannya, dimana ekor ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Selain itu ekornya juga berfungsi untuk mengangkat bahan2 yang digunakan untuk membuat sarang (ranting dan daun kering). Ekor ini tidak cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya sehingga hindari untuk mengangkat sugar glider pada bagian ekornya.
Seekor sugar glider dewasa berukuran 5-6 inci, dengan panjang ekor yang sama dengan badannya, dimana ekor ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Selain itu ekornya juga berfungsi untuk mengangkat bahan2 yang digunakan untuk membuat sarang (ranting dan daun kering). Ekor ini tidak cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya sehingga hindari untuk mengangkat sugar glider pada bagian ekornya.
Pemeliharaan
sugar glider sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengerti dan
meperhatikan sifat-sifat dari hewan ini. Sifat sosial dari sugar glider
memungkinkan mereka menjadi peliharaan yang bisa dekat dengan pemiliknya. Sugar
glider yang sudah dekat dengan pemiliknya bahkan akan menganggap sang majikan
sebagai suatu shelter dimana dia bisa mendapatkan perlindungan ketika dia
merasa terancam, dan akan selalu mengkikuti kemanapun majikannya pergi.





No comments:
Post a Comment