Tuesday, 15 April 2014

SUGAR GLIDER  BINATANG IMUT YANG LUCU
          Sugar Glider (Petaurus breviceps) adalah sejenis marsupial kecil awalnya berasal dari daratan timur dan utara Australia, New Guinea, dan Kepulauan Bismarck, Tasmania, Australia.


Ada tujuh subspesies dari P. breviceps:
* P. b. breviceps (Waterhouse, 1839)
* P. b. longicaudatus (Longman, 1924)
* P. b. ariel (Gould, 1842)
* P. b. flavidus (Tate & Archbold, 1935)
* P. b. papuanus (Thomas, 1888)
* P. b. tafa (Tate & Archbold, 1935)
* P. b. biacensis (Ulmer, 1940)


Habitat
 
     Di alam liar dari habitat aslinya, Sugar Glider adalah hewan yang tinggal di pepohonan,dan sering hidup dalam kelompok-kelompok terdiri dari 10 sampai 15 ekor. Hewan ini aktif pada malam hari ketika saatnya perburuan serangga dan vertebrata kecil dan makanan tertentu dari getah manis sejenis eucalyptus, akasia dan pohon karet.  Dinamai Sugar Glider ini karena ia lebih menyukai makanan manis dan kemampuannya untuk melayang di udara, seperti tupai terbang.  Usia kematangan seksual sugar glider sedikit berbeda-beda antara jantan dan betina. Jantan mencapai kematangan antara 3-12 bulan, sedangkan betina mencapai kematangan antara 5-18 bulan.
          Satu karakteristik khas yang membentuk mereka mencapai kematangan seksual adalah "kepala nya botak" di bagian atas kepala mereka yang sebenarnya adalah kelenjar keringat.  Di alam liar, sugar glider hanya berkembang biak sekali setahun karena iklim dan kondisi habitat sementara mereka dapat berkembang biak hingga 4 kali per tahun di penangkaran. Seekor sugar glider betina masa kehamilan berlangsung hanya 16 hari, setelah sugar glider bayi akan merangkak ke kantong ibunya untuk pengembangan lebih lanjut.
Waktu masih bayinya...

       Mata mereka akan tetap tertutup selama 12-14 hari . Selama waktu ini mereka akan mulai berkembang dengan mulai tumbuh bulu dan peningkatan secara bertahap dalam bentuk ukuran tubuhnya.


         Tidak seperti banyak hewan asli Australia, terutama yang lebih kecil, Sugar Glider ini tidak begitu terancam akan populasinya. Meskipun secara besar-besaran hilangnya habitat alami di Australia selama 200 tahun terakhir, Sugar Glider dilindungi oleh hukum di Australia, di mana untuk memelihara hewan ini adalah ilegal untuk mereka yang tanpa ijin, atau untuk menangkap atau menjual mereka tanpa lisensi (yang biasanya hanya dikeluarkan untuk penelitian).

          Sugar glider sebagai hewan peliharaan Sugar glider juga dikenal terutama cerdas. Tetapi tidak sulit untuk berkembang biak di penangkaran di bawah kondisi yang tepat.

Pada Maret 2009, binatang adalah legal untuk rumah negeri sendiri sebagai hewan peliharaan di Amerika Serikat tapi peternak memerlukan izin khusus dan ada pembatasan penjualan. Namun, masing-masing kota AS mungkin melarang pemeliharaan Sugar glider.
Dan Sugar glider di jual dalam berbagai harga, dari sekitar $ 150 sampai $ 600.

             Masih banyak orang yang tidak mengerti dan mengenal akan hewan yang disebut dengan sugar glider ini. Sugar glider sendiri merupakan hewan asli Indonesia, yaitu di daerah Papua. Penyebarannya meliputi Australia, Papua(Indonesia), dan Papua New Guinea. Di luar negeri, khususnya di Amerika, sugar glider sendiri sudah menjadi hewan peliharan eksotis yang banyak diminati. Bahkan banyak para breeder yang sudah berhasil dan menghasilkan strain2 warna baru. Sedangkan ironisnya, di Indonesia sendiri sugar glider belum banyak dikenal oleh masyarakat. Hewan ini bukan termasuk hewan yang dilindungi. Tapi sebagian besar hasil tangkapan alam yang beredar banyak yang diekspor ke luar negeri , antara lain Jepang. Penangkapan yang dilakukan tanpa konservasi akan mengakibatkan semakin sedikitnya hewan ini di habitat aslinya.
          Nama Sugar glider sendiri awalnya berasal dari kata Sugar karena hewan ini sangat suka dengan madu atau sesuatu yang rasanya manis. Sedangkan glider berasal dari adanya membran yang ada pada kedua sisi tubuhnya yang digunakan untuk gliding (melayang) dari satu pohon ke pohon yang lain. Banyak orang-orang yang ketika pertama kali melihat Sugar Glider menyebutnya sebagai tupai terbang atau bajing loncat. Padahal keduanya merupakan hewan dengan subclass yang berbeda. Sugar glider sendiri memang tergolong dalam kelas mamalia, tapi merupakan hewan marsupilia (hewan berkantung). Selain itu hewan ini juga merupakan hewan nocturnal, yang berarti mereka aktif pada malam hari dan menghabiskan waktu di siang hari untuk tidur dalam sarangnya.
          Habitat aslinya adalah daerah hutan, khususnya pada bagian2 puncak pohon dimana mereka bisa menemukan lubang untuk membuat sarangnya. Sugar glider sendiri tergolong sebagai hewan omnivora (pemakan segala). Dihabitat aslinya sugar glider biasa mengkonsumsi nektar (serbuk sari bunga), buah2an, dan berbagai macam serangga. Tidak jarang anak burung juga menjadi sasaran mereka. Sugar glider merupakan hewan sosial yang hidup dalam suatu koloni/kelompok. Oleh karena itu untuk memelihara seekor sugar glider kita harus mempunyai waktu yang cukup untuk bermain-main dengan mereka. Jika kita tidak memiliki waktu yang cukup sebaiknya kita memelihara sugar glider paling sedikit 2 ekor, karena umumnya sugar glider yang dipelihara secara solitaire/ sendiri menjadi stress dan biasanya tidak bisa bertahan lama. Di alam liar umur sugar glider bisa mencapai 5-7 tahun. Sedangkan dengan perawatan yang baik sugar glider bisa hidup hingga mencapai usia 15 tahun.
          Seekor sugar glider dewasa berukuran 5-6 inci, dengan panjang ekor yang sama dengan badannya, dimana ekor ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Selain itu ekornya juga berfungsi untuk mengangkat bahan2 yang digunakan untuk membuat sarang (ranting dan daun kering). Ekor ini tidak cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya sehingga hindari untuk mengangkat sugar glider pada bagian ekornya.
          Pemeliharaan sugar glider sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengerti dan meperhatikan sifat-sifat dari hewan ini. Sifat sosial dari sugar glider memungkinkan mereka menjadi peliharaan yang bisa dekat dengan pemiliknya. Sugar glider yang sudah dekat dengan pemiliknya bahkan akan menganggap sang majikan sebagai suatu shelter dimana dia bisa mendapatkan perlindungan ketika dia merasa terancam, dan akan selalu mengkikuti kemanapun majikannya pergi.


No comments:

Post a Comment